Jenis Kalimat berdasarkan Struktur
Setelah ini kamu bisa membedakan kalimat tunggal, majemuk setara, dan majemuk bertingkat berdasarkan jumlah dan jenis klausanya, serta menentukan konjungsi penghubungnya.
Perhatikan dua kalimat ini: “Hujan turun” dan “Ketika hujan turun, anak-anak berlarian masuk rumah.” Kalimat pertama sederhana, hanya satu perbuatan. Kalimat kedua membungkus dua perbuatan dengan hubungan waktu yang berbeda. Bagaimana cara membaca struktur seperti ini tanpa tersesat? Coba lihat sendiri di bawah.
Kalimat tunggal vs kalimat majemuk
Kalimat tunggal hanya memiliki satu struktur subjek-predikat. Kalimat majemuk memiliki dua atau lebih klausa. Berdasarkan hubungan antarklausanya, kalimat majemuk dibagi menjadi dua: setara dan bertingkat.
Kalimat majemuk setara terdiri atas dua atau lebih klausa yang kedudukannya sederajat, dihubungkan konjungsi koordinatif. Kalimat majemuk bertingkat terdiri atas satu klausa utama dan satu atau lebih klausa anak yang diturunkan oleh konjungsi subordinatif.
Kunci membedakannya: tanyakan apakah tiap klausa bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh. Bila semua bisa, itu setara. Bila ada klausa yang hanya menggantung pada klausa lain, itu bertingkat.
Konjungsi setara (koordinatif)
Konjungsi setara menghubungkan klausa-klausa yang sederajat. Contohnya: “dan”, “tetapi”, “atau”, “sedangkan”, “sementara”, “melainkan”. Coba sorot konjungsi setara di kalimat berikut.
Konjungsi bertingkat (subordinatif)
Konjungsi bertingkat menandai klausa anak yang diturunkan dari klausa utama. Contoh: “karena”, “sehingga”, “ketika”, “jika”, “agar”, “walaupun”, “meskipun”. Coba sorot di kalimat ini.
Bayangkan kalimat majemuk seperti kereta. Kalimat setara adalah gerbong-gerbong yang disambung sejajar — masing-masing bisa berdiri sendiri. Kalimat bertingkat adalah gerbong induk dengan gerbong kecil yang menempel — gerbong kecil tidak bisa jalan tanpa induknya.
Mengklasifikasikan struktur kalimat
Sekarang gabungkan semuanya. Nilai sendiri tiga kalimat: mana yang tunggal, mana yang majemuk setara, mana yang bertingkat.
Di UTBK Pemahaman Bacaan & Menulis dan Literasi Bahasa Indonesia, soal menyunting kalimat sering menyodorkan kalimat majemuk yang strukturnya rancu (klausa anak tanpa induk, atau konjungsi campur aduk). Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan “menilai ketepatan-kesesuaian bahasa” sebagai subkompetensi resmi. Tipuan paling sering: konjungsi setara dipakai pada klausa yang seharusnya bertingkat, atau sebaliknya. Cara bertahan: cek apakah tiap klausa bisa berdiri sendiri dan apa yang menjadi konjungsi penghubungnya.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Tentukan jenis struktur kalimat berikut, lalu identifikasi klausa-klausa penyusunnya: “Ketika bel berbunyi, seluruh siswa bergegas keluar kelas, sedangkan guru tetap duduk.”
Ada tiga klausa: (1) “Ketika bel berbunyi”, (2) “seluruh siswa bergegas keluar kelas”, (3) “guru tetap duduk”. Karena lebih dari satu, ini kalimat majemuk.
Klausa (1) dibuka “ketika” (konjungsi bertingkat). Klausa (2)-(3) dihubungkan “sedangkan” (konjungsi setara). Kalimat ini majemuk campuran: bertingkat + setara.
Klausa utama yang menjadi inti: “seluruh siswa bergegas keluar kelas”. Klausa “ketika bel berbunyi” adalah anak waktu. Klausa “sedangkan guru tetap duduk” adalah setara tambahan. Struktur campuran ini umum dalam tulisan formal.
Jebakan: menganggap kalimat yang panjang selalu majemuk. Yang benar: panjang bukan penanda struktur; kalimat tunggal bisa panjang karena keterangan, tanpa klausa kedua.
Jebakan: menyamakan konjungsi ‘sedangkan’ dengan ‘karena’. Yang benar: ‘sedangkan’ setara (pertentangan), ‘karena’ bertingkat (sebab). Salah tukar akan merusak struktur kalimat.
- Kalimat tunggal hanya punya satu klausa; kalimat majemuk punya dua atau lebih.
- Majemuk setara: klausa sederajat dihubungkan konjungsi koordinatif (dan, tetapi, sedangkan).
- Majemuk bertingkat: ada klausa induk dan klausa anak, dihubungkan konjungsi subordinatif (karena, ketika, jika).
- Kunci membedakan: tanyakan apakah tiap klausa bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh.
- Kalimat majemuk campuran menggabungkan kedua jenis konjungsi dalam satu kalimat.